Sabtu, 05 Mei 2012

Arena Bobotoh Simamaung : Waspadai Penggiringan Opini #votePERSIB



Sudah lama saya tidak menulis artikel di arena bobotoh ini, sampai pada waktu muncul sebuah hashtag #votePERSIB di media sosial twitter. Sebuah kecintaan bobotoh yang mengapresiasi keinginan untuk sumbang suara dalam memberikan saran kepada klub kebanggaan saya, masyarakat jawa barat, dan bobotoh di seluruh dunia bernama PERSIB BANDUNG.
Mata saya tertuju pada opsi tiga pilihan didalamnya, tiga pilihan yang merupakan polling yang meminta pergantian manager bapak haji umuh muchtar atau sang allenatore drago mamic, dan opsi terakhir yang memberikan opsi abstain. Secara spontan sebagai bobotoh, saya pun ikut memberikan vote sebagai aspirasi saya melalui akun twitter saya. Dan setelah beberapa saat kemudian saya tertarik untuk memperhatikan terus para bobotoh yang memberikan aspirasinya.
Selain mendapat perhatian lebih dari media massa skala lokal dan nasional, direktur marketing PT PBB, Muhammad Farhan ternyata turut memperhatikan #votePERSIB tersebut, yang tentu saja merupakan hal positif yang secara tidak langsung membuktikan bahwa setidaknya aspirasi bobotoh diapresiasi petinggi PT PBB selaku konsorsium yang juga pengambil keputusan akhir dari setiap hal yang terjadi di tubuh sang pangeran biru.
Namun tak lama setelah itu, betapa mirisnya saya ketika sebagian besar bobotoh yang ikut andil memberikan aspirasinya, turut menyertakan komentar komentar yang bernada kasar, menghina, dan menjadi cenderung “sok tau” dengan keadaan internal di tubuh PERSIB saat ini. Berbagai komentar “membully” trademark pak haji umuh dengan (maaf) kumis beliau.
Lebih shock lagi ketika beberapa saat kemudian muncul sebuah berita mengejutkan yang berjudul “#votePERSIB bobotoh ingin umuh mundur” dari salah satu web site portal berita yang mencatut nama bobotoh, dan kemudian di tweet oleh akun twitter portal berita tersebut. Tentu saja secara otomatis tweet tersebit di retweet oleh banyak bobotoh yang turut serta memperhatikan hashtag #votePERSIB.
Bagaimana bisa portal berita tersebut memberikan judul seperti itu, padahal hasil akhir dari vote tersebut belum final? Sementara #votePERSIB itu sendiri berakhir pada malam nanti jam 24.00 WIB?. Mengapa berani memberi judul seperti itu sementara hasil akhir vote tersebut belum berakhis sama sekali?.
Dalam menulis sebuah berita yang dikonsumsi banyak pihak secara umum dan luas, menurut saya jauh lebih baik apabila penulis memperhatikan keakurasian dan etika dalam menulis berita. sadar tidak sadar, berita yang ditulis dalam sebuah portal berita yang sudah dipercaya banyak orang akan mempengaruhi persepsi tentang kebenaran sebuah berita.
Andai saja judul berita tersebut “#votePERSIB bobotoh di twitter sementara menginginkan manager Persib mundur”, mungkin itu akan lebih objektif. Karena bobotoh Persib itu tersebar di seluruh dunia, bahkan mayoritas dari mereka tidak mempunyai akun twitter. Sedangkan bobotoh merupakan sebutan bagi pendukung PERSIB secara keseluruhan, jadi tidak etis bila judul berita tersebut terkesan menyimpulkan suara bobotoh keseluruhan yang tertuang dalam #votePERSIB.
Bagaimana dengan bobotoh yang ingin keduanya, baik manager maupun pelatih bertahan?, bagaimana pula denganmereka yang ingin keduanya lengser? Apakah selain ketiga opsi tersebut tidak ada opsi lain? Bagaimana juga cara menghitung vote tersebut dengan jumlah pemilih yang tidak jelas berapa pemilih yang turut serta? Bagaimana bila ada yang memberikan vote untuk dua pilihan? Apa termasuk suara sah?
Mari para bobotoh sekalian kita belajar objektif dan belajar cerdas dalam menyikapi sebuah berita yang berujung opini. Karena pada dasarnya, vote ini dibuat untuk kemajuan Persib itu sendiri. Kita hanya sumbang saran, karena yang menentukan dan mengambil keputusan adalah pihak konsorsium PT PBB.
Tidak etis rasanya mengeluarkan komentar yang berbau menghina salah satu pihak. Sadarlah, tak ada satupun dari mereka yang ingin prestasi Persib terbenam. Mari ingat jasa jasa sang manager maupun sang pelatih dalam membangun Persib. Apa jadinya Persib tanpa jasa jasa orang orang yang terlibat langsung didalamnya saat ini. Janganlah kerinduan kita akan prestasi, menjadikan kita buta akan objektifitas.
Bobotoh adalah peran terpenting dalam tubuh Persib, maka jadilah bobotoh cerdas dan pintar dalam menyikapi dan mengomentari Persib. Demi Persib, untuk Persib, dan demi Kejayaan Persib.
Penulis adalah pebisnis dan mantan wartawan olahraga salah satu harian olahraga dan berakun twitter di @geryliciouss

0 komentar:

© Copyright 2008 PERSIBMANIA ON THE BLOG: Arena Bobotoh Simamaung : Waspadai Penggiringan Opini #votePERSIB | Template by : Irfan Ruswandi